RINDU TERHEBATKU


RINDU TERHEBATKU


Hay kamu senja di saat fajarku. Apakah kamu tahu bahwa aku sekarang sedang merindu. Merindu sesosok dirimu dalam dinginnya kelam malam. Malam bergulai syahdunya rembulan. Mereka menatapku dengan senyuman. Akankah senyuman itu ada atau malah sebaliknya? Kamu yang juga merindu jangan pernah bosan dengan kerinduan itu. Karna rindu datang dari hati yang terdalam. Bukan datang dari ke sengajaan pribadi. Rindu yang berat akan semakin berat, rindu yang ringan akan semakin memudar. Rindu berat untukmu. Tak akan pernah aku impikan secuil rindu ringan itu untuk dirimu. Secuil kenengan bersamamu tak akan pernah aku piaskan. Dan bahkan sebutir bedu pun tak dapat mengotori banyangmu. Aku disini yang sedang merindu. Akan bau semerbak tubuhmu, akan secerah wajahmu, akan sebening cintamu, akan segala warna dalam hidupmu. Aku merindukan segalanya darimu.
Bibir yang merah muda, pinggul yang berbentuk guci, pipi yang selembut sutera, tangan yang sehalus embun, pelukan yang seperti karet ketat. Dan semerbak cinta yang kamu bawakan untukku. Aku merindukan segalanya. Dari hal yang membuatku bertahan hingga hal yang membuatku menengis. Aku merindukan dirimu, secuil demi secuil kata rindu itu aku berikan. Karna aku ingin kamu tahu juga bahwa sekarang aku sedang merindukan kamu. Kamu memang jauh, tapi bagiku kamu adalah anugrah yang tuhan titipkan untuk menjaganya. Menjeganya adalah pedoman dalam hidupku, yaitu kamu. Kamu yang pernah hadir dalam mimpiku, kini hadir dalam hidupku. Tanpa aku sadari bahwa aku telah lama memilikimu dan memikirkan kamu. Salam rindu dari aku yang jauh. Persinggahan terakhirku adalah menjadi panglima dalam hidupmu. Karna aku tak tahu harus bagaimana menjaganya. Kamu mawar hitam yang harus selalu hidup di jiwaku. Pikiranku tak mungkin pernah kosong, karena kamu selalu hadir dalam denyut rindu ini.
Tanganmu, tanganmu pernah membasuh rindu ini dengan belaian. Matamu, matamu pernah menatap rindu ini dengan pasti. Dirimu, dirimu tak dapat aku lawan lagi karena rindu yang teramat dalam. Hingga tak ada bahan untuk mengukurnya selain bertemu. Pertemuan, pertemuan kita bukanlah akhir dari segala perjumpaan, tetapi awal dari kerinduan yang melanda. Rindu adalah penyakit terhebat dalam LDR. Penyakit dimana tak ada seorang pun yang mampu melawannya. Rindu terhebatku adalah saat bermimpi dan mengimpikan tentang dirimu. Salam terhebatku adalah saat kamu melambaikan tangan pertemuan dan perpisahan. Karena jarak dan ruang yang kelam. Tapi tidak dan bahkan bukan alasanku untuk berhenti merindukan kamu. Justru itulah yang membuat rindu ini semakin berat, berat dan sangat berat. Hingga aku tidak tahu bagaimana harus menangis karena rindu.
selesai…. (:
untuk valaria yupita rita






Komentar

Postingan populer dari blog ini

makna seorang wanita

Puisi Sunyi Karena Kerinduan Puisi Karya Paulinus Hendrik

AKU BENCI HARUS MERINDU