RINDU YANG BEGITU BERAT


RINDU YANG BEGITU BERAT
Karya PAULINUS HENDRIK

Jangan Buat Perasaan Ku Seperti Air
Mengalir Tapi Tak Terarah
Berkelok Tapi Tak Membelok
Tenang Tapi Menghanyutkan

Jangan Bertanya Padaku Tentang Rindu
Tapi Bertanyalah Pada Air
Apakah Air Pernah Merindukan
Ia Akan Menjawab Aku Merindukan Rusa

Apakah Angin Pernah Menangis Karena Kerinduan
Apakah Angin Penah Memaksa Untuk Di Rindukan
Apakah  Angin Pernah Memilih Dari Kerinduan
Angin Menjawab Iya Karna Itu Sebuah Rindu

Kamu Bertanya Padaku Tentang Kerinduan
Sejauh Ini Aku Memang Merindu
Tapi Aku Bertanya Tentang Rindu Kepada Alam
Alam Apakah Merindu Itu Harus Sepedih Ini
Alam Menjawab Rindu Memang Berat
Hanya Kita Saja Yang Membuat Rindu Menjadi Penyemangat  Terhebat

Di Sini Aku Terlalu Sibuk Menghitung Bintang Yang Jauh
Tanpa Aku Sadari Aku Kehilangan Bulan Yang Selalu Ada
Dan Yang Setia Menantiku Bahkan Hingga Fajar Tiba
Iya Rela Sayup Demi Menemaniku


Aku Ingin Kamu Bagaikan Bulan Yang Terang
Yang Bisa Menemani Malam Dan Fajarku
Aku Ingin Kamu Menjadi Penarang
Baik Dalam Jalan Ku Atau Pun Dalam Langkah Ku

Aku Ingin Kamu Berlari Sekencang Kencangnya
Tapi Bukan Untuk Meninggalkan Kenyataan
Tapi Untuk Mendekapku Dari Kejauhan
Dan Untuk Menggenggam Erat Tangan Ini

Aku Pernah Menangis Karna Rindu
Aku Pernah Terluka Karna Rindu
Aku Pernah Berduka Karna Rindu
Tapi Aku Bahagia Karna Rindu
Mengajarkan Ku Betapa Pentingnya Bersabar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

makna seorang wanita

Puisi Sunyi Karena Kerinduan Puisi Karya Paulinus Hendrik

AKU BENCI HARUS MERINDU